water, wind, earth, fire..

Rabu, 2 Maret 2011

cinta ini seperti air..
air yg menyejukkan dan menghijaukan bumi hingga berseri..
air yg memuaskan dahaga para musafir di muka bumi..
air yg menyuburkan tanah gersang hingga bermanfaat lagi..
air yg memadamkan api yg membakar tanpa kendali..

cinta ini seperti angin..
angin yg membawa putik bunga ke bunga lainnya di taman yg indah..
angin yg berhembus membelai anak manusia yg sedang gerah..
angin yg membawa layangan terbang ke awan dgn gagah..
angin yg meniup kapal layar hingga berlayar pulang ke rumah..

cinta ini seperti bumi..
bumi yg jadi tempat tinggal dan berpijak anak manusia..
bumi yg sediakan diri utk dikelola oleh manusia dgn cara yg bersahaja..
bumi yg menampung makhluk Tuhan agar hidup bersama..
bumi yg tetap tegar dan pulih setelah gempa melanda..

cinta ini seperti api..
api yg panaskan tungku utk masak makanan bagi yg kelaparan..
api yg menyala di perapian pondok saat musim dingin tuk beri kehangatan..
api yg membakar tembikar hingga kuat dan bermanfaat utk kehidupan..
api yg menyala diatas obor dan beri cahaya ditengah kegelapan..

cinta ini seperti air, angin, bumi, api, dan seribu keindahan dan kekuatan lainnya..
cinta ini dapat menjadi anugerah bila dijaga dgn baik oleh manusia..
cinta ini dapat merusak bila tak dijaga dan kan jadi bencana..
cinta ini adalah ciptaan Tuhan, maka jagalah seperti aturan-Nya..

Kota Patriot,
27 Februari 2010 / 24 Rabi’ul Awwal 1432 H,
Herdi Jayakusumah


Protes Korupsi, Aktivis Cicak Jalan Mundur

Rabu, 16 Desember 2009

Aksi jalan mundur digelar ratusan aktivis Cinta Indonesia Cinta KPK (Cicak) Kota Bekasi di kompleks kantor Wali Kota Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Selasa (15/12). Sekitar 200 aktivis itu membentuk barisan rapat persis di depan pintu masuk kantor wali kota. Mereka selanjutnya berjalan mundur kira-kira 20 meter.
“Aksi ini bagian dari protes kami, simbol bahwa sistem pemerintahan di Kota Bekasi ternyata berjalan mundur. Budaya korupsi di lingkungan pemerintah daerah masih marak,” ungkap Ketua Cicak Kota Bekasi, Sugeng Wiyono, kemarin.
Mereka yang terlibat dalam aksi itu adalah para mahasiswa dari beberapa universitas dan sekolah tinggi serta masyarakat biasa. Selain berjalan mundur, para aktivis Cicak juga berorasi dan membagikan selebaran berisi beberapa perkara korupsi di Kota Bekasi. Mereka juga membentangkan poster kecaman yang ditujukan kepada pejabat yang tidak memihak kesejahteraan rakyat.
Sugeng menyatakan, Cicak Kota Bekasi telah melaporkan dugaan korupsi pejabat daerah ke Polrestro Bekasi dan Kejaksaan Negeri Bekasi, seperti dugaan korupsi revitalisasi Pasar Baru senilai Rp 83 miliar, dugaan korupsi dana KPR Korpri senilai Rp 4 miliar, dan penggelembungan dana proyek Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang. “Tapi sayangnya sampai sekarang tidak ada tindak lanjut dari aparat hukum,” kata dia.
Karena tak direspons, mereka berniat melaporkan sejumlah kasus dugaan korupsi itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Seusai melakukan jalan mundur mereka melanjutkan aksinya ke kantor KPK, Jakarta, menggunakan sebelas minibus.. “Kami bawa serta berkas laporan itu. Harapannya, KPK bersedia mengusut perkara korupsi di Bekasi,” ujar Sugeng. (Ichwan Chasani)

Tanggal: Rabu, 16 Desember 2009, 08:21 WIB
Sumber: http://wartakota.co.id/read/warta/18299


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.